Wednesday, April 3, 2013

Posted by Aria Fariska On 4:24 PM

Allah, inilah Proposal Hidupku….
Prolog: Saya adalah Masterpiece
Saya adalah orang yang special. Saya adalah Mahakarya Allah Swt. Tidak ada satu pun makhluk yang kehidupannya sama dengan saya. I’m the only one ! Saya sangat berharga. Semua yang telah Allah beri tidak dapat dibayar dengan apapun. Sekalipun itu adalah Mobil Ferari 250 GT SWB seharga 7 juta euro (kira-kira Rp 102, 9 Milyar).
Pengalaman hidup Saya pun sangat berbeda dengan orang lain. Mungkin Saya pernah dihina orang lain tetapi saya sangat yakin kadar penghinaan, kcara, orang, tempat kejadian dan bentuk penghinaan pasti berbeda. Begitu juga saat saya mendapat suatu prestasi hebat. Pasti cara memperolehnya, tanggal kejadian, dan bentuk penghargaanya berbeda. Saya memang benar-benar berbeda dengan siapapun.
Saya akan tuliskan pengalaman hidup Saya. Saya akan buktikan bahwa Saya benar-benar special. Saya tulis semuanya tanpa berpikir dan menganalisa. Setelah itu, Saya baca. Ternyata, Saya memang benar-benar special, tiada duanya. Saya sangat bersyukur pada Allah yang telah menjadikan saya mahakarya (masterpiece).

Perjalan Hidup : Aria Fariska. Manusia Spesial
 “Saya awali kisah perjalanan panjang ini disebuah rumah yang amat sederhana, saya mulai di anugrahi kehidupan dunia oleh Allah di hari ahad tepatnya pada tanggal 29 Maret tahunnya saya tak tahu persis, di akte tertulis tahun 1992 tapi bila di analisis saya tak mungkin lahir di tahun tersebut, maka saya yakini bila saya lahir pada tahun 1993, panjang bila saya paparkan alasannya. Hehe... Dilahirkan dari sepasang malaikat dunia akhirat saya yang bernama si-Tampan Abdul Rasit dan si-Cantik Maninten disebuah rumah perkampungan didaerah Jakarta Utara yang dibantu Oleh seorang “Duskun”. Bisa dibilang kelahiran saya merupakan pewarna dalam keluarga saya karena satu-satunya yang tampan. Hihi.... karena keterbatasan ekonomi, pendidikan bukan saya mulai dari taman kanak-kanak, melainkan SD. Yah pada usia 7 tahun saya mulai bersekolah di SDN 03 Pg Jakarta dengan rasa takut yang luar biasa dan malaikat saya masih tetap tersenyum untuk menghadapi saya, mengantarkan saya kesekolah dengan sabar hingga menginjak kelas 3 SD. Disekolah saya tipe orang ekslusif, susah bersosialisasi, sangat amat pendiam. Prestasi saya pun tak ada yang menonjol. Enam tahun saya lewati masa-masa kanak saya disekolah tanpa prestasi kecuali satu penglaman plus mungkin jadi prestasi pertama saya, alhamdulillah ketika kelas 5 SD saya mendapatkan juara satu lomba pramuka tingkat kecamatan. Yah kelompok “Harimau”, kelompok anak yang solid dalam hal pramuka dan saya menjadi bagiannya. Subhanallah....
                Pada tahun 2006, saya melanjutkan jenjang pendidikan ke tingkat SMP, dengan motivasi yang kuat untuk melanjutkan sekolah walaupun kondisi perekonomian keluarga saya  sangat memprihatinkan. SMPN 114 Jakarta tempat yang saya pilih untuk mengukir sejarah pendidikan saya. Bisa dibilang, pengalaman SMP adalah pengalaman yang kurang berkesan dalam hidup saya. Namun ada satu moment dimana ini merupakan tonggak keberhasilan saya dalam dunia akademik. Yah, pada kelas 9 semester 2 atau bisa dibilang akhir masa smp saya, saya mendapatkan prestasi yaitu menjadi yang terbaik dikelas, karena dari SD hingga SMP saya belum pernah mendapatkan Ranking. Dan, hal ini menjadi motivasi saya dimasa mendatang.
                Setelah lulus dari SMPN 114 Jakarta, saya sempat bingung untuk memilih sekolah antara kejuruan atau sekolah umum. Dan pada akhirnya saya memilih SMAN 110 Jakarta yang nantinya akan mengukir banyak sejarah dan menggali potensi diri saya. Singkat cerita saya sudahme jadi siswa SMAN 110 Jakarta Utara, diawal pendidikan saya di sekolah saya memilih Rohis( Rohani Islam) sebagai ekstrkulikuler  sekaligus menjadi awal pengenalan saya terhadap organisasi. Di Rohis saya mulai belajar tentang public speaking, dan mulai aktif di dunia dakwah khususnya dakwah sekolah. Karena keaktifan saya di Rohis diawal kepengurusan saya dicalonkan menjadi ketua umum Rohis, akan tetapi karena pengalaman saya masih kurang, saya diamanahkan menjadi ketua 2 di Rohis. Dan waktu terus berjalan hingga ke cintaan saya terhadap dakwah semakin tumbuh. Teringat satu moment ketika itu Rohis ingin mengadakan acara Maulid Nabi yang berdekatan dengan ujian nasional, saya mulai disibukkan dengan mencari dana  dan akhirnya secara tidak langsung waktu belajar saya untuk ujian nasional sedikit tersita. Akan tetapi akan melaksanakan semua itu dengan satu prinsip yang saya pegang hingga sekarang, yaitu “Barang siapa menolong agama Allah, maka Allah akan mempermudah segala urusan”. Dan inilah hasilnya, Allah menjadikan saya yang terbaik diantara teman-temansaya di SMAN 110 Jakarta. Yah, saya juara umum UN di SMAN 110 Jakarta pada tahun 2011. Itu kisah singkat pengalaman organisas isaya yang takkan saya lupakan sampai sekarang. Masalah akademik di sekolah saya bisa dibilang cukup baik, peringkat saya dari kelas 10 semester 1 hingga kelas 12 semester 2 saya tak lepas menempati peringkat 3 besar. Kedua hal ini menjadi modal yang cukup penting untuk menempuh jenjang pendidikan selanjutnya.
Dengan segala kepercayaan diri saya mulai mencari perguruan tinggi islam negeri maupun swasta. Awalnya saya melakukan tes di UIN ciputat, dan dihari yang sama karena kekhawatiran saya tidak diterima di UIN ciputat maka saya melakukan tes di STEI SEBI yang direkomendasikan oleh murabb isaya. Sekitar satu bulan saya menunggu kabar hasil tes saya di kedua perguruan tinggi tersebut, akhirnya dihari yang sama pula saya lulus di keduanya. Setelah istikharah dan diskusi dengan keluarga maka saya putuskan STEI SEBI sebagai kampus saya. Karena kecintaan saya pada masjid, di STEI SEBI saya mendapatkan beasiswa 100% Kader Surau. Saat ini saya semester empat di program studi manajemen perbankan syariah. Islamic Economics Forum (IsEF SEBI) menjadi organisasi yang saya pilih sekarang, dan sejak saat itu saya mulai mempelajari sistem ekonomi islam. Selain belajar, saya asah kemampuan ekonomi islam saya dalam dunia kompetisi, pada semester dua alhamdulillah saya bisa mewakili STEI SEBI sebagai salah satu delegasi olimpiade tingkat jabodetabek di bekasi, dan hasilnya saya menjadi finalis dalam ajang tersebut. Di semester yang sama saya diberangkatkan ke Yogyakarta sebagai satu dari dua delegasi untuk mempresentasikan hasil karya essay saya yang membahas tentang potensi wakaf tunai di Indonesia, walaupun tak juara tapi ini saya jadikan sebagai pengalaman terpenting karena saat itu saya adalah peserta termuda yng bisa ikut dalam kompetisi tersebut. Karena pengalaman tersebut, di semester 3  saya ditunjuk sebagai koordinator Biro Pengembangan Kompetensi Intelektual (BPKI) yang menjadi garda terdepan untuk pendelegasian Lomba juga mengasah keintelektualan mahasiswa STEI SEBI. Di semester 3 saya mendapatkan penghormatan untuk mewakili STEI Sebi dalam olimpiade regional di Jakarta, penghormatan karena saya satu-satunya angkatan 2011 di antara angkatan 2010. Dan alhamdulillah hasilnya belum juara, saya terhenti di babak semifinal. Banyak rangkaian lomba yang sudah saya ikuti karena semangat saya untuk merubah bangsa ini menuju ekonomi rabbani. Selain belajar dan rangkaian lomba ada cara lain untuk bisa memperdalam keilmuan ekonomi islam yaitu menambah teman-teman diskusi di tingkat regional maupun nasioanal. Di semester 3 kemarin, saya mengikuti Sharia Economist Training di bogor, dan selanjutnya saya menjadi Official Temu Ilmiah Nasinional 2013 di Solo.

Korelasi Pengalaman Hidup dan Cita-cita
Aria Fariska, Orang Super Spesial, Seorang Intelek Muda dalam Bidang Ekonomi Islam yang siap merubah perekonomian bangsa ini dan juga sebagai Murabbi yang siap mencetak generasi-generasi tangguh di masa mendatang.



Beberapa pengalaman atau skill yang harus saya kembangkan atau saya tambah untuk mencapai cita-cita saya, diantaranya dengan terus menambah wawasan berkenaan ekonomi islam. Menambah referensi buku-buku ekonomi islam sebagai bahan wajib untuk menempuh cita-cita, selalu update dengan kondisi perekonomian bangsa ini agar semakin termotivasi utk merubahnya, mengikuti berbagai kajian, dikusi, atau seminar tentang ekonomi islam sebagai tambahan “Nutrisi Kontemporer” keilmuan ekonomi islam, memperbanyak link atau relasi mulai dari sekarang karena tidak dapat dipungkiri ketika relasi kuat maka masa depan akan terlihat cerah, selain itu saya akan mengikuti berbagai kompetisi ekonomi islam, baik penulisan artikel maupun olimpiade. Dan yang tak kalah penting adalah tetap mencetak kader selanjutnya yang diimplementasikan dengan keaktivan organisasi yang berbasis ekonomi islam yaitu Islamic Economics Forum dan FOSSEI Nasional.
Alhamdulillah, Saya adalah makhluk satu-satunya yang disiapkan di muka bumi ini oleh Allah. Saya special dan berharga sangat mahal. Sehingga mulai saat ini Saya harus menunjukkan bahwa pikiran, perasaan, dan perbuatan Saya memang berharga sangat mahal. Bila masa lalu Saya buruk sudah tidak mungkin saya benahi dan hapuskan. Begitupula bila masa lalu Saya penuh prestasi, Saya juga tidak bisa terus menerus membanggakannya. Yang lalu biarlah berlalu. Saatnya sekarang saya bicara masa depan Saya. Masa depan saya harus dirancang sejak saat ini agar masa depan Saya tidak menjadi misteri.
Sungguh Saya sangat beruntung bila pengalaman atau profesi Saya sejalan dengan apa yang hendak Saya capai di masa depan. Sayalah sutradara sekaligus pemain utama dalam kehidupan Saya. Saya akan buat skenario kehidupan Saya secara menarik, menantang, menggairahkan, asyik untuk Saya nikmati, dan ditonton banyak orang. Dunia terus bergerak maju, tantangan semakin berat. Bila Saya masih menggunakan cara-cara hidup saat ini untuk bersaing di masa depan maka Saya pasti akan tergilas zaman. Saya tidak akan gadaikan masa depan Saya. Saya akan segera merancang masa depan Saya!
Prestasi Terbaik yang akan Saya Raih
Saya merupakan Pakar Ekonomi Syariah terbaik di Indonesia yang siap memberikan pemikiran-pemikirannya kepada masyarakat Indonesia. Pemikiran saya akan tujukan kepada sektor pertanian yang merupakan potensi besar bagi bangsa ini sehingga ditahun 2017 Indonesia sudah bisa menjadi negara mandiri di bidang pertanian, selanjutnya bila perindustrian menjadi hal yang penting untuk saya berikan ide-ide cemerlang saya sehingga ditahun 2020 negara Indonesia menjadi negara industri tersayaat di dunia, dan yang terakhir saya akan masuk kepada sektor moneter sehingga inonesia akan menjadi negara ekonomi syariah dengan Asset diatas 80%. Dengan demikian saya akan menciptakan / menginspirasi 1000 orang disetiap provinsi untuk mengembangkan perekonomian provinsi tersebut.

Saya Menjadi Seorang Ahli (Expert)
Memulai untuk menghasilkan uang adalah kesalahan terbesar dalam kehidupan. Lakukan apa yang menurutmu merupakan keahlianmu, dan jika kamu cukup bagus melakukannya, uang akan datang. (Greer Garson, Pemenang Piala Oscar 1943 untuk peran utama wanita).. Keahlian yang Saya kembangkan tentu saja harus sejalan dengan prestasi terbaik yang akan Saya capai.
saya buat rencana untuk mendelegasikan semua kegiatan yang tidak Saya sayaasai, cintai, dan menghasilkan lain kepada orang lain. Saya berikan agar hal itu disayaasai, dicintai, dan bermanfaat bagi orang lain. Ini agar saya makin focus dan berarti Saya siap menjadi seorang expert.

Kegiatan Yang Saya kuasai
Kegiatan Yang Saya Cintai
Kegiatan Yang Menghasilkan
Tilawah
Bermain Badminton                   
Berorganisasi
Public Speaking
Bersosialisasi
Diskusi Ekonomi Islam

Tilawah
Bermain Badminton
Berorganisasi
Public Speaking
Bersosialisasi
Diskusi Ekonomi Islam
Tilawah
Membaca buku
Berorganisasi
Public Speaking
Bersosialisasi
Diskusi Ekonomi Islam

Saya akan focus pada kegiatan yang Saya kuaasai, cintai, dan menghasilkan. Saya tidak akan serakah ingin menguasai banyak hal karena itu justru tidak akan menjadikan Saya tidak expert pada bidang apapun.

Waktu Saya untuk meningkatkan Expert
waktu yang dihabiskan untuk mengasah expert dalam satu hari setidaknya sama dengan waktu tidur. Saya isi kolom di bawah ini, di bagian kiri waktu yang Saya habiskan dan di sebelah kanan Saya tulis komitmen yang akan Saya lakukan setelah ini.

Kegiatan
Per Hari (Jam)
Bila Usia Saya 60 Tahun*)
Tidur
8/6
20 / 15
Bekerja
2/7
5 / 17,5
Meningkatkan Expert
3/5
7,5 / 12,5
Berinteraksi dengan keluarga
½
2,5/5
Ibadah
¾
7,5/10
Nonton Televisi
1/1
2,5/2,5
Kegiatan lain
7/0
17,5/0
                                                                                    *) Per hari dibagi 24 dikalikan 60
Cara tercepat meningkatkan expert adalah dengan cara mengajarkan dan menyebarluaskan kemampuan yang Saya miliki saat ini. Waktu tidak akan pernah kembali dan tidak bisa dibeli. Jadi, takutlah menghabiskan waktu untuk sesuatu yang percuma.

Mencari Guru Expert, Spiritual, dan Kehidupan
Saya akan membuat daftar orang-orang yang ingin Saya jadikan pembimbing dan meminta mereka meluangkan waktu beberapa menit sebulan untuk Anda. Beberapa akan berkata tidak, tapi beberapa akan berkata ya. Saya Terus meminta sampai mendapat jawaban positif. Guru kehidupan adalah orang yang berhasil dalam kehidupan tetapi juga dia memiliki rasa kepedulian dengan orang lain.
Anthony Robbins menyarankan, bila Saya menginginkan kehidupan yang lebih baik, jangan mencari rumor atau gossip, carilah model dan mentor yanghebat dalam kehidupan yang nyata. Nah, siapa yang akan Saya jadikan mentor atau guru? Saya tulis nama orang-orang itu di bawah ini:
Guru Expert à Aziz Budi Setiawan
 Pendiri Isef sebi dan Dosen STEI SEBI. Keilmuan ekonomi islam yang lebih berpihak  pada pandangan mikro membuat saya kagum. Idealisme yang kuat harus saya ikuti. Pengalaman yang baik menjadikan semakin tertarik
Guru Spiritual à Hadi Prasetyo
Beliau adalah murabbi pertama saya di gerakan tarbiyyah. Akhlaq yang hampir sempurna dengan kehidupan yang begitu sederhana menjadi cocok bahwa ka hadi adalah guru spiritual saya yang akan mengingatkan saya bila terjadi kesalahan
Guru Kehidupan à Ahmad Baehaqi
Beliau adalah mantan ketua umum isef sebi dan sekarang menjadi presidium nasional FOSSEI. Keilmuan ekonomi yang baik dan berasal dari keluarga yang sederhana itu merupakan prestasi kehidupan yang akan saya pelajari bersama ka bae.


Saya Bersahabat dengan Orang Yang Mendukung Saya
Saya tidak bisa sendirian. Sehebat-hebatnya Saya, pasti Saya membutuhkan orang lain. Saya harus memiliki teman-teman yang selalu menyemangati, menginspirasi, dan mendusayang Saya. Begitupun Saya, Saya juga menyemangati, menginspirasi, dan mendusayang teman-teman Saya.
Nama Sahabat Saya
Alasan Memilih menjadi Soulmate
Taufik Hidayat                                                                        
Sekti Jatmiko
M. Hasan Al-Banna
Abdul Ghani
Lili Fajri Dailimi
Keakraban yang luar biasa sejak pertama kali masuk SMA hingga Saat ini
Ketua Kelas yang merakyat juga pribadi yang sederhana
Teman satu perjuangan di masa Dakwah Sekolah
Kapasitas agama yang luar biasa dan murah senyum
Sudah mulai mengenal karakter karena lomba-lomba ekonomi islam

Saya Sempurnakan Hidup Saya Sekarang
                Saya tidak pernah meraih hidup dimasa depan hingga melakukan kegiatan-kegiatan yang berkualitas di hari ini. Bila Saya meremehkan hidup Saya saat ini kehidupan Saya akan menjadi sulit nantinya. Memang sih boleh jadi Saya mampu mewujudkan prestasi terbaik dan menjadi seorang expert ternama di masa depan tanpa menghiraukan hidup Saya hari ini. Tapi Saya percaya, apa yang Saya capai tak akan bertahan lama dan itu tidak akan membuat hidup Saya bahagia.
Target 90 hari, Triwulan 1
Bidang Kehidupan
Target 90 hari (Terukur dan Menantang)
Karya-karya yang akan Saya hasilkan
Menulis artikel yang akan di publish di media cetak ternama
Keuangan/financial/asset
Mempunyai tabungan minimal 1 juta
Kesehatan
Rasa Gatal yang sudah 2 bulan akan hilang
Keluarga
Liburan bersama keluarga ke Taman safari
Sosial-Kemasyarakatan/Kepedulian
ALL out dalam Pekan Ilmiah IsEF
Kehidupan Spiritual
HAFAL 2,5 Juz
                                                  *Pencapaian ini akan terus meningkat pada triwulan 2, 3, dst

Sekarang saatnya Saya komitmen dan disiplin. Komitmen tanpa disiplin akan menghasilkan rencana tanpa hasil. Disiplin tanpa komitmen tertulis itu adalah keteraturan tanpa hasil.

Bersikap dan Berperilaku Positif
Nah, untuk membiasakan Saya mulai berpikir, berkata dan bertindak yang positif maka saatnya Saya merenungkan hal-hal negative apa yang biasanya masih muncul dalam diri. Saya berkomitmen mengubahnya. Supaya lebih mengkristal dan terinternalisasi dalam diri Saya.
Kebiasaan Negatif Saya
Komitmen untuk Diubah Menjadi
Malas baca busaya
Malas shaum
Menggalau
Tilawah sayarang dari 1 juz
Lupa
Rajin baca busaya terutama ekonomi islam
Mulai membiasakan, minimal 1Xseminggu
Menyibukkan diri dengan hal yang bermanfaat
Mengatur manajemen waktu
Lebih Fosayas dalam bertindak

a. Bersikap dan Berperilaku Produktif
“Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin rugilah dia. Barangsiapa yang hari ini lebih buruk dibandingkan dengan hari kemarin celakalah dia. Dan barangsiapa yang hari ini lebih baik dibandingkan hari kemarin dialah orang yang beruntung.”
Agar perubahan kecil tapi konsisten dan terus meningkat Saya miliki, maka saya setiap pagi Saya menuliskan 5 kegiatan prioritas yang akan Saya lakukan setiap harinya. Saya Tempatkan kelima hal tersebut sebagai urutan prioritas dan Saya berkomitmen untuk menepatinya.
Bila pada hari itu belum tuntas maka Saya tuliskan tindakan yang belum terlaksana ke urutan puncak hari berisayatnya. Satu-satunya pengecualian untuk dituliskan di hari berisayatnya adalah sesuatu yang lebih penting muncul untuk hari berisayatnya.
Agar waktu yang saya miliki benar-benar produktif maka Saya akan melsayakan hal-hal rutin harian, diantaranya:
  1. Shalat Berjamaah di Masjid                                  5.   Baca Busaya Ekonomi Islam
  2. Qiyamul Lail                                                             6. Dzikir Al-Matsurat
  3. Shalat sunnah Dhuha                                             7. Update Berita Ekonomi
  4. Tilawah minimal 1 Juz


c. Bersikap dan Berperilaku Kontributif
Kebesaran seseorang tidak ditentukan oleh seberapa besar yang kita terima akan tetapi ditentukan oleh seberapa besar yang bisa kita berikan kepada orang lain. Inilah kenikmatan hidup. Inilah yang harus Saya lsayakan agar hidup Saya semakin bernilai dan semakin berarti.
Insyaallah saya akan menyumbangkan pemikiran, ide, ilmu, dan Harta saya. Sekarang saya sudah mengajar menjadi guru TPA insyaallah pengorbanan waktu, dana, dan ilmu saya curahkan dengan ikhlas. Saya berniat akan memberikan yang lebih dari ini semua kepada masyarakat sekitar. Semoga Allah meridhoi langkah kaki ini. Insyaallah aamiin

Sempurnakan Lingkungan Anda
1 Saya mulai dari rumah Saya
Saya akan sampaikan Proposal Hidup kepada orang yang berada di rumah Saya. Saya akan tulis prestasi terbaik dan expert yang telah Saya pilih di sebuah lembar kertas dan Saya temple di kamar Saya. Saya tuliskan juga di laptop, meja belajar/kerja, dan tempat-tempat lain yang mudah dibaca. Saya perlu memiliki buku yang mencatat rencana kerja harian. Saya tuliskan rencana itu sebelum Saya tidur. Saya tidak akan meninggalkan rumah Saya tanpa rencana harian tertulis di dalam busaya Anda.
2 Saya Sampaikan Proposal Hidup dalam Setiap Kesempatan
Saya akan sampaikan kepada orang-orang yang Saya anggap special. Saya akan minta dukungan mereka tanpa memberi kesan sombong.
3 Saya Berdoa
Dalam setiap kesempatan berdoa, Saya selalu memanjatkan doa agar Proposal Hidup Saya terwujud. Selain itu, Saya bermohon doa khusus kepada orangtua, saudara, sahabat, guru serta orang-orang yang memiliki kekulatan dalam berdoa.
4 Saya Mensyuskuri Keberhasilan di Setiap Tahapan
Setiap Saya mampu memenuhi Target 90 Hari dengan sangat baik. Saya akan merayakannya. Misalnya, dengan menceritakan hal itu kepada orang-orang yang percaya dan cintai, mentraktir teman, atau berinfaq. pSekarang Saya Tulis Proposal Hidup Saya ini, dengan merangkai bahan yang sudah tulis di atas. Saya tidak akan menunda-menunda. Hidup ini singkat, Saya akan berikan yang terbaik. Hidup Saya akan semakin terarah apabila Saya merancangnya dengan penuh kesungguhan. Saya tulis Proposal Hidup ini dengan pikiran jernih dan kesungguhan hati.[1]


[1]Apabila ingin sharing dalam sebuah forum Proposal Hidup kelompok, kirimkan email ke optimalisasidiri@yahoo.com

0 comments:

Post a Comment